Bersamaan dengan gemericik air yang mengalun indah
Dengan itu juga aku menatapnya
Lengkung bibirnya yang menawan
Menarik sukmaku untuk menggapainya
Dibawah pantulan cahaya jingga
Pipi indahnya merona
Menyelinap kedalam rasa
Berdegup kencang terasa di dada
Semakin memudar lambaiannya
Pertanda bahwa dia telah bersiap
Membuatku sadar terkesiap
Menapaki alur yang dibuatnya
Dua bintang berpijar diantara rembulan
Berpendar-pendar kilaunya
Kicau burung semakin sunyi
Meringkuk rapat di sarangnya
Di penghujung senja saat itu
Sayup kudengar pilunya kenangan
Merintih menyibak kesibukan
Kudekap indah rayuan malam
Itsme Liyer
RamaiKota, 03 Maret 2018
akhirnya posting juga, mbak.. yeeeeaay 👏👏
BalasHapusPuisinya asyik, suka pas bait keempat (y) nice
Hehe kebetulan nemu ide aja gitu pak
HapusTadi bilang gak mau pak, tapi dilihat jua wkwk